
Jason dan Julia, sepasang anak kembar berumur 11 tahun, baru saja pindah dari London ke sebuah rumah besar yang ada di pesisir Inggris. Rumah baru mereka dipenuhi dengan terowongan-terowongan yang simpang siur dan perabotan-perabotan aneh dari segala penjuru dunia. Semuanya itu membuat mereka tidak sabar untuk segera menjelajahinya dan mengetahui semua rahasianya. Tak lama berada di rumah itu, Jason, Julia, dan teman mereka Rick, menemukan sebuah pintu misterius di balik sebuah lemari tua. Tapi, tidak ada satu pun kunci di rumah itu yang bisa membukanya. Ada apakah sebenarnya di balik pintu tersebut? Dan kenapa sepertinya ada orang lain yang sudah berusaha untuk membukanya tapi tak berhasil? Jason, Julia, dan Rick bertekad untuk memecahkan misteri ini, apa pun risikonya...
Ulysses Moore: Pintu Waktu merupakan buku yang sangat menarik untuk dibaca, apalagi untuk kamu yang gemar berpetualang dan suka untuk memecahkan misteri. Dengan ilustrasi-ilustrasi hitam putih yang unik, buku ini akan membuatmu terbawa ke dalam dunia Ulysses Moore yang penuh dengan misteri.
Resensi Pembaca
Aku berada di Kilmore Cove, agak terpencil dari rumah lainnya. Mendiang pemilikku, Ulysses Moore, mengizinkan Nestor pelayannya menyewakanku pada orang lain. Dengan syarat keluarga beranggotakan minimal dua orang anak.Tuan dan Nyonya Covenant terpesona pada penampilan fisikku, menganggap aku merupakan tempat yang cocok untuk anak kembar mereka: Julia dan Jason. Julia yang menyukai keriuhan kota besar, toh tak dapat menampik kemenarikanku walau ia kerap tak sependapat dengan Jason yang dianggapnya berkhayal.
Jason bocah yang peka, berminat pada hantu dan sejenisnya. Ia menduga ada hal serupa di dalamku. Namun seperti dugaan Nestor, anak-anak akan bersenang-senang. Anak-anak akan berpetualang. Tak menghiraukan cerita misterius tentang tuanku yang tak pernah menginjak tanah di luar selama empat puluh tahun. Bahkan mereka terpikat oleh kisah itu. Oleh kematian istrinya yang tiba-tiba. Oleh suasana mencekam di sini. Oleh pintu yang selalu mengundang untuk dibuka, dan pasti akan ditemukan bagaimana pun rapatnya.
Bagaimana kau tak akan terpesona pada kisahku, Sobat Petualang? Aku dituliskan dalam sebuah buku yang kokoh, dengan huruf tak menyiksa mata, nyaman dilalap paragraf demi paragraf. Memang ada kekurangan di sana-sini, misalnya terjemahan 'teman-teman' yang lebih cocok jika dibiarkan apa adanya (
Guys, agaknya itu istilah sebenarnya).
Ilustrasi di halaman-halaman yang memajang ceritaku bukan semata ornamen. Pernahkah kau lihat goresan yang begitu menyerupai coretan tangan? Sketsa hitam putih yang tampak nyata? Wajah-wajah yang dibingkai kartu pos dan tulisan sambung di dekatnya?
Kau akan berkenalan juga dengan Rick. Julia dan Jason berada di sini tanpa pemimpin, karena Nestor sudah tua dan orangtua mereka harus pergi untuk sementara waktu. Rick sudah lama ingin tahu apa yang ada di setiap sudutku. Kau akan lihat kecerdasannya kala bersentuhan dengan buku.
Tidakkah kau ingin menyertai mereka memecahkan sebuah rahasia? Tidakkah kau ingin menengok beberapa halaman sebuah kamus tua? Tidakkah kau ingin tahu mengapa seorang wanita bernama Oblivia menghendaki aku dengan begitu ngototnya?