mau ke mana?

Senin, 25 Oktober 2010

Ulang taun

ulang taun kali ini emang beda banget ulang taun sebelumnya.
tapi kalo di bedain mah taun kemaren ama temen2 sekatang ualng taun ama keluarga..
gitu kali ya?? haha
kalo teun sekarang itu enaknya..
1. sweet seventeen.. yeeaah..
2. uda bisa punya KTP deh !! haha
3. dapet kado dari ortu!! haha
mungkin yang ini biasa aja kalo kata kalian.. tapi kadonya ini bedaaaaa.... ini barang yang lagi bener2 aku pengen dan ternyata.. jreng..jreng... barang itu di jadiin kado ultah.. haha senengnyaaaaa...

yaaah.. kalo ada seneng pasti ada sedih juga!!..
yaaah.. sebenernya di ulang taun yg ke 17 ini aku em....em....
hahha..
apa banget coba gayanya.. :D
sebenernya aku... aku... aku itu ga punya uang.. jadi ga bisa jajan deh...

ualah.. apa banget coba aku curhat yang kaya gini.. hahaha

Sabtu, 23 Oktober 2010

Resensi Editorial Ulysses Moore: Pintu Waktu


Argo Manor

Jadi itu nama rumah ini: Argo Manor. Aneh sekali, pikir Nyonya Covenant. “Apa kau yakin kita tidak salah?” Nyonya Covenant bertanya ragu-ragu. Tangannya mengusap-usap dinding Argo Manor seakan-akan ingin meyakinkan dirinya bahwa rumah itu nyata dan semua ini bukanlah sekedar mimpi indah belaka.

Bagian dalam Argo Manor bahkan lebih menakjubkan daripada bagian luarnya. Rumah itu tua, namun memiliki… karakter. Ya, itulah kata yang tepat, pikir Nyonya Covenant. Karakter, seolah-olah rumah itu merupakan makhluk hidup dan bukan sekadar rumah dari batu dan kayu.

Perabotannya merupakan paduan aneh dari berbagai gaya, yang tampaknya berasal dari seluruh penjuru dunia: sebuah vas Mesir, sebuah meja Venesia, permadani-permadani Persia, sampai sebuah lukisan dari Hudson River School. Namun, entah bagaimana semuanya terlihat serasi. Setiap benda terlihat pantas berada di rumah itu.



Jason dan Julia

Jason mendongakkan kepala ke arah lukisan-lukisan yang tergantung di dinding yang mengapit tangga yang menuju ke lantai dua dan ke ruang menara. Tangga itu berakhir di ruang menara, di depan sebuah pintu yang dilengkapi cermin. Jason tak bisa mengingat apa pun, tapi ia tahu tidak mungkin tetap tinggal di situ dan mencoba meyakinkan Julia bahwa ada hantu di lantai dua, Julia takkan mau percaya.

Cahaya matahari menimbulkan bayang-bayang di halaman, menembus pepohonan tinggi, dan membelah awan. Di kejauhan, di batas cakrawala  sebuah garis putih tipis seolah memisahkan langit dengan laut.
“Pernahkah kau bertanya-tanya mengapa langit memutih sebelum menyentuh laut?” tanya Jason kepada saudarinya. “Tidak,” jawab Julia. “Tapi aku bertanya-tanya kapan kau mau belajar menggunakan sisir,” lanjut Julia sambil menjangkau kepala Jason dan mencoba merapikan beberapa helai rambutnya yang berantakan. “Payah,” desis Julia Covenant tanpa maksud jahat.



Rick Banner

Semangat Rick bertambah saat memikirkan hal itu. Selama bertahun-tahun ia memimpikan bisa mengunjungi rumah tersebut dan menjejakkan kakinya sekali saja di dalam dinding-dindingnya yang bertingkat. Ia menghabiskan waktu berjam-jam mengamati rumah itu dengan teropong medan dari jendela rumahnya atau dari pantai saat pasang surut. Rumah itu bagaikan sebuah tempat ajaib. Sebuah magnet yang menarik Rick mendekat. Dan sekarang, akhirnya, tanpa diduga, ia akan berada di sana. Pintu-pintu Argo Manor akan terbuka untuknya.

Si kembar satu tahun lebih muda dari Rick. Mereka tidak tahu apa-apa mengenai Kilmore Cove, namun mereka baru saja pindah ke rumah impian Rick. Dan Rick akan membantu si kembar mengenal Kilmore Cove yang masih baru dan asing bagi mereka. Kedatangan mereka menawarkan kesempatan emas bagi Rick, dan ia sudah siap menyambarnya.

Rick menyeringai saat melihat gerbang hitam Argo Manor di tikungan. Ia mengangkat tubuhnya dari sadel dan memacu sepedanya kencang-kencang.

Ulysses moore

Sinopsis
Jason dan Julia, sepasang anak kembar berumur 11 tahun, baru saja pindah dari London ke sebuah rumah besar yang ada di pesisir Inggris. Rumah baru mereka dipenuhi dengan terowongan-terowongan yang simpang siur dan perabotan-perabotan aneh dari segala penjuru dunia. Semuanya itu membuat mereka tidak sabar untuk segera menjelajahinya dan mengetahui semua rahasianya. Tak lama berada di rumah itu, Jason, Julia, dan teman mereka Rick, menemukan sebuah pintu misterius di balik sebuah lemari tua. Tapi, tidak ada satu pun kunci di rumah itu yang bisa membukanya. Ada apakah sebenarnya di balik pintu tersebut? Dan kenapa sepertinya ada orang lain yang sudah berusaha untuk membukanya tapi tak berhasil? Jason, Julia, dan Rick bertekad untuk memecahkan misteri ini, apa pun risikonya...

Ulysses Moore: Pintu Waktu merupakan buku yang sangat menarik untuk dibaca, apalagi untuk kamu yang gemar berpetualang dan suka untuk memecahkan misteri. Dengan ilustrasi-ilustrasi hitam putih yang unik, buku ini akan membuatmu terbawa ke dalam dunia Ulysses Moore yang penuh dengan misteri.

Resensi Pembaca
Aku berada di Kilmore Cove, agak terpencil dari rumah lainnya. Mendiang pemilikku, Ulysses Moore, mengizinkan Nestor pelayannya menyewakanku pada orang lain. Dengan syarat keluarga beranggotakan minimal dua orang anak.Tuan dan Nyonya Covenant terpesona pada penampilan fisikku, menganggap aku merupakan tempat yang cocok untuk anak kembar mereka: Julia dan Jason. Julia yang menyukai keriuhan kota besar, toh tak dapat menampik kemenarikanku walau ia kerap tak sependapat dengan Jason yang dianggapnya berkhayal.
Jason bocah yang peka, berminat pada hantu dan sejenisnya. Ia menduga ada hal serupa di dalamku. Namun seperti dugaan Nestor, anak-anak akan bersenang-senang. Anak-anak akan berpetualang. Tak menghiraukan cerita misterius tentang tuanku yang tak pernah menginjak tanah di luar selama empat puluh tahun. Bahkan mereka terpikat oleh kisah itu. Oleh kematian istrinya yang tiba-tiba. Oleh suasana mencekam di sini. Oleh pintu yang selalu mengundang untuk dibuka, dan pasti akan ditemukan bagaimana pun rapatnya.
Bagaimana kau tak akan terpesona pada kisahku, Sobat Petualang? Aku dituliskan dalam sebuah buku yang kokoh, dengan huruf tak menyiksa mata, nyaman dilalap paragraf demi paragraf. Memang ada kekurangan di sana-sini, misalnya terjemahan 'teman-teman' yang lebih cocok jika dibiarkan apa adanya (Guys, agaknya itu istilah sebenarnya).
Ilustrasi di halaman-halaman yang memajang ceritaku bukan semata ornamen. Pernahkah kau lihat goresan yang begitu menyerupai coretan tangan? Sketsa hitam putih yang tampak nyata? Wajah-wajah yang dibingkai kartu pos dan tulisan sambung di dekatnya?
Kau akan berkenalan juga dengan Rick. Julia dan Jason berada di sini tanpa pemimpin, karena Nestor sudah tua dan orangtua mereka harus pergi untuk sementara waktu. Rick sudah lama ingin tahu apa yang ada di setiap sudutku. Kau akan lihat kecerdasannya kala bersentuhan dengan buku.
Tidakkah kau ingin menyertai mereka memecahkan sebuah rahasia? Tidakkah kau ingin menengok beberapa halaman sebuah kamus tua? Tidakkah kau ingin tahu mengapa seorang wanita bernama Oblivia menghendaki aku dengan begitu ngototnya?

ada apa dengan blog ini??

ada apa ya?? ya biasa aja sama kaya blog pada umumnya.. tapi yang jeas di blog ini semua yang santi suka ada.. tapi ada juga yang ga ada.. abis suka lupa di posting sih..
ya uda seadanya aja..
tapii... yang pasti semua yang aku tulis itu berhubungan ama yang aku suka.. yang aku alamin.. ama yang aku pikirin kali yaa... haha
antahlah -___-" yang penting baca aja..